Mobile Version
m.jambiekspresnews.com

Siswa SMK Nekad Gantung Diri
Kamis, 21/04/2016 - 10:58:49 WIB | Kategori: Merangin - Dibaca: 9578 kali

AL AMIN/JE PUTUS CINTA: Sepucuk surat yang ditinggalkan Hamdani sebelum ia gantung diri. Surat tersebut diduga ditulisnya sebelum ia nekad akhiri hidup. Jenazah Hamdani

Tinggalkan Surat Cinta Menjelang Ajal

Diduga Karena Putus Cinta

 

MERANGIN – Diduga kecewa karena putus cinta, Hamdani (17), Warga Kecamatan Sungai Manau, Merangin,  nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar mandi di kos-kosanya di Desa Mentawak, Kelurahan Nalo Tantan.

Siswa SMK Negeri 2 Merangin ini ditemukan tewas pada Rabu (20/4) sekitar pukul 14.00 Wib. Ia nekad gantung diri menggunakan seutas tali rapia.

Informasi yang berhasil dihimpun, korban Hamdani ditemukan pertama kali oleh kedua temannya yang berkujung ke kos–kosan korban. Sesampai disana, kedua temannya masuk ke dalam yang kebetulan saat itu pintu kos–kosan korban tidak terkunci.

Namun sesampai di dalam, kedua teman korban menemukan korban sudah tergantung di dalam kamar mandi.

Lalu kedua teman korban langsung menurunkan korban dengan memotong tali yang menggantung di leher korban, usai memutuskan tali yang menggantung korban, korban lalu di bawa ke dalam kamar. Kemudian, kedua teman korban langsung memberi tahu kejadian ini ke warga yang berada di lingkungan tersebut.

Tak beberapa lama, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Saat diperiksa, dilokasi kejadian ditemukan secaraik kertas yang berisi tentang kekecewaan korban terhadap wanita yang ia cintai.

Kapolres Merangin AKBP Munggaran Melalui Kasat Reskrim Iptu Muhamad Fahrurozi Membenarkan jika ada seorang pemuda yang  tewas dengan cara gantung diri.

‘’Kami mendapat informasi jika ada korban gantung diri, korban bernama Hamdani, seorang pelajar Sekolah Menegah Kejuruan,’’ ungkap IPTU Fahrurozi.

Fahrurozi Menambahkan, untuk sementara ini, motiv korban gantung diri diduga karena  putus Cinta.

“Saat di TKP kita temukan secarik kertas yang bertuliskan tentang cinta untuk kekasih korban, dan berkemungkinan besar korban gantung diri karena putus cinta,’’ tutur IPTU Fahrurozi.

Sementara itu, berdasarkan hasil visum rumah sakit korban murni bunuh diri. Hasil visum yang dilaporkan ke kepolisian itu tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di tubuh korban, sehingga laporan secara lisan dari pihak rumah sakit ke polisi, menyatakan korban murni bunuh diri.

‘’Iya, laporannya baru sebatas laporan lisan, hasil visum menunjukkan korban murni bunuh diri,” kata Iptu Muhamad Fahrurozi.

Namun pihak Polres Merangin masih menunggu hasil visum tertulis dari Rumah Sakit Umum (RSU) Kolonel Abunjani.

Setelah menjalani proses otopsi, jenazah Hamdani langsung dibawa pihak keluarga pulang ke rumah duka di Desa  Seringat, Kecamatan Sungai Manau, sekitar pukul 17.15 WIB.

‘’Ini langsung dibawa balik ke dusun, Insya Alloh besok langsung dimakamkan,” kata salah seorang keluarga korban sat dikonfirmasi.

Pihak keluarga mengaku terkejut saat mendapat informasi bahwa Hamdani tewas gantung diri. Saat pihak keluarga datang mayat korban sudah berada di RSU Abunjani Bangko.

‘’Dak nyangko kami dak pak, Hamdani itu anak baik, tapi ngapo jadi kayak gini,” katanya, sambil berlinang air mata.

(amn)

 

 







BERITA TERKAIT :



0 Komentar :






  Terkini  
  Terpopuler  
  Komentar