Warga Desa Kota Baru Minta Dibuatkan Tanggul

Selasa, 23 Februari 2016 | 13:28:29 WIB | Dibaca: 10472 Kali

BANJIR: Karena lahan pertanian warga sering terkena banjir, maka warga berharap adanya tanggul, agar genangan air tidak memasuki perkebunan sawit warga.

 

MUARASABAK - Selama musim penghujan, pemilik lahan sawit di Desa Kota Baru Kecamatan Geragai kerap was-was. Pasalnya bila hujan mengguyur terus menerus, air hujan pun akan masuk kelahan perkebunan sawit milik warga.

;;Kami mengharapkan dibuatkan tanggul, agar genangan air tidak memasuki perkebunan sawit warga. Kalau kebun sawit selalu tergenang, bukan tidak mungkin hasil sawit pun ikut berpengaruh," ujar Kades Kota Baru Kecamatan Geragai, Maryanto, kemarin (22/2).

Apalagi Desa Kota Baru memiliki banyak parit, yang mengelilingi perkebunan sawit milik warga. Tanggul yang tersedia akan menahan luapan air hujan yang terjadi terus menerus. "Memang parit-parit sudah dikeruk, tapi kami tetap mengantisipasi supaya air tidak masuk keperkebunan sawit," urainya.

Memang untuk saat ini belum ada keluhan hasil sawit milik warga yang terendam air. Namun bila hingga beberapa hari kedepan air tetap tidak surut, bisa dipastikan sawit-sawit milik warga menjadi busuk. "Kan yang dirugikan masyarakat," katanya.

Kades juga meminta pemerintah, untuk mengefektifkan keberadaan Pengolahan Air Minum. Pasalnya hingga kini belum seluruh warga di Desa Kota Baru, menikmati ketersediaan air bersih. "Baru sebagian warga yang menikmati fasilitas Pengolahan Air Minum milik SPAM. Sementara sebagaian warga masih menggunakan sarana air hujan untuk memasak dan memenuhi kebutuhan air minum. Kalau bisa SPAM ini benar-benar dimanfaatkan seluruh warga desa," harapnya.

(yos)