JII Direvitalisasi , Sejak Berdiri Tak Pernah Untung

Senin, 23 Oktober 2017 | 10:51:48 WIB | Dibaca: 1438 Kali


JAMBI - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jambi PT Jambi Indoguna Internasional (JII) yang bergerak di beberapa bidang, bakal segera direvitalisasi oleh Pemprov Jambi.

Pasalnya, sejak didirkan pada tahun 2001 lalu, perusahaan ini tidak pernah untung alias tidak memperlihatkan progress yang baik.

Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda Provinsi Jambi Muktamar Hamdi, mengatakan,  revitalisasi itu dilakukan sesuai dengan arahan Gubernur Jambi tertanggal 29 September.

‘’Pemerintah Provinsi Pemprov Jambi akan melakukan revitaisasi  pada tubuh PT JII,’’ tegasnya.

Revitalisasi yang akan dilakukan ini, katanya,  bermaksud agar PT JII dapat mendorong dan menggerakkan perekonomian melalui usahanya sebagai BUMD.

‘‘Ada tiga hal yang akan dilakukan dalam pembenahan di tubuh PT JII ini,’‘ katanya.

Dijelaskanya, 3 hal yang akan dilakukan adalah, human capacity bulding  yang meliputi peningkatan SDM dalam berbagai bidang. Kemudian melakukan midset pengelolaan perusahaan dengan mengedepanan prinsip ekonomi.

‘’Kemudian melaksanakan tata kelola yang baik (good corporate goverment) dengan menerapkan 4 pilar usaha,  yaitu accountabillity, responsibillity, independency dan pilar fairneesy. Semua ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja JII,’’ jelasnya.

Lalu kedua  pada segi bisnis yang diakukan oleh PT JII. Pemerintah akan melakukan peninjauan kembali terhadap penyusunan rencana bisnis PT JII, kemudian kembali melakukan renegosiasi kegiatan bisnis dengan PT Bumi Sarana Energi yang macet.

Selain itu, mempertimbangkan kembali sasaran pasar PT JII, selanjutnya akan melakukan analisasi cermat pemilihan sektor bisnis pada bidang pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, pertambangan dan eneergi sebagi target kedepan.

‘‘Pengelolaan city gas juga akan dilakukan pengkajian kembali,’‘ katanya.

Terakhir pada segi management. Pemerintah akan melakukan efisiensi pada segala lini dengan mengurangi biaya yang tidak terkait dengan kebutuhan perusahaan, seperti biaya rapat, pemeliharaan, komunikasi. Selain itu rasionalisasi pegawai juga akan dilakukan, untuk mengurangi beban biaya.

‘‘Perbaikan tata kelola keuangan juga akan kita lakukan ,’‘ sebutnya.

Setelah itu, sebutnya, ke depan koordinasi PT JII dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan terus diitingkatkan untuk mengejar pendapatan daerah.

Manajer Operasional PT JII Saptadyharja saat dikonfirmasi koran ini kemarin membenarkan  belum adanya keuntungan yang dikucurkan kepada Pemprov Jambi oleh PT JII.

‘‘Dari pertama berdiri belum hasilkan deviden, malah merugi , jadi pemegang saham belum dapatkan laba,’’ ungkap pria yang akrab disapa Tedy ini.

Bahkan mulai tahun 2007, sebutnya,  PT JII pun sudah memfokuskan unit usahanya ke sektor migas. Ditambah pula dengan usaha antar waktu. Seperti sebagai distributor Semen Padang. Ini salah satu cara yang dipilih untuk menambal kerugian. 

‘‘Namun nantinya setelah kemitraan dengan investor berjalan,  akan kita hentikan kerja antar waktu tersebut,’’ tuturnya.

Untuk realisasi dana yang dikucurkan Pemprov Jambi, sebutnya, JII telah digelontorkan dana sebesar Rp 13,850 M sejak pendirian pada 2001.

‘‘Tahapannya yakni Rp 1 M, Rp 5,187 M, Rp 2,5 M, Rp 100 Juta dan terakhir Rp 5 M,’’ jelasnya.

Mengenai lima kucuran dana tersebut, katanya, perusahaannya selalu transparan bahkan selalu diaudit oleh BPK, BPKP, maupun akuntan publik. Untuk laporan setiap tahunnya,  kata dia,  dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

‘‘Laporan kita di RUPS karena kita adalah persero bukan Pusda yang harus lapor DPRD,’’ katanya.

Teddy juga membantah acdanya kabar yang dihembuskan tentang perusahaan yang menyetor atau menyerahkan uang ke anggota DPRD ataupun sebaliknya, itu  tidak benar sama sekali.

‘’Terlepas dari  PT JII pernah dilanda masalah korupsi oleh direktur di awal pendiriannya dulu, kami lebih mencoba transparan , termasuk kami selalu terbuka juga kepada DPRD Provinsi Jambi sebagai pengawas,’’ ujarnya.

Kasus Terus Bergulir di Kejati Jambi

Sementara itu, Kejati Jambi sejak beberapa waktu lalu sudah mulai mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PT JII.

Buktinya, penyelidikan kasus di BUMD itu terus dilakukan oleh penyidik.  Masih dilakukannya pemeriksaan ini dibenarkan oleh Kasidik Kejati Jambi Imran Yusuf.

‘‘Kasus PT JII masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan,’‘  ujarnya dikonfirmasi beberapa hari lalu.

Namun demikian, kata dia, untuk saat ini pihaknya sedang memfokuskan pada kasus yang telah masuk ke tahap penyidikan terlebih dahulu.

‘‘Untuk sekarang kita masih fokus pada beberapa kasus yang sudah masuk dalam tahap penyidikan,’’ tegasnya.

Dengan fokusnya penyidik pada beberapa kasus yang sudah tapap penyidikan, katanya, bukan berarti kasus PT JII tidak berjalan. Menurutnya kasus BUMD milik ini akan terus berjalan.

‘’Masih terus diselidiki,’’ pungkasnya. Namun sayangnya, Imran tidak menjelaskan item  pemeriksaan di PT JII yang kini sedang ditelisik Kejati Jambi

Terpisah, Manajer Operasional PT JII Saptadyharja dikonfirmasi terkait pemeriksaan di Kejati Jambi, juga membenarkan sudah ada beberapa pihak di JII yang sudah diperiksa, termasuk dirinya. ’‘Direktur  Erwinsyah Elyas  serta Manager Keuangan Rika,’’ bebernya.

Sepengatahuan dirinya, kata Tedy,  jika digabungkan dengan Direksi JII sebelumnya , ada sekitar 10 orang pegawai dan mantan pegawai JII telah diperiksa korps Adhyaksa tersebut.

Mengenai point yang ditanyakan penyidik kepadanya dia hanya memberi gambaran yang ditanyai terkait jabatan yang diembannya.

‘‘Terkait tupoksi sebagai manajer operasional yang saya jabat sejak 2011,’’ kata Tedy.

Lantas, apa yang menjadi item utama dari pemeriksaan di Kejati Jambi itu?  Tedy mengakui itu terkait ada dugaan korupsi ditubuh BUMD provinsi jambi itu. ‘‘Setahu saya diperiksa terkait dugaan korupsi bukan karena tidak memberikan kontribusi bagi daerah,’‘ jawabnya. (nur/aba)