Tubuh Miskun Terpotong-potong, Digiling Mesin Ulir PT KTN

Rabu, 20 Desember 2017 | 12:03:35 WIB | Dibaca: 993 Kali


 

SENGETI - Nahas nasib yang harus dialami oleh Miskun (40) salah seorang pekerja di PT KTN. Betapa tidak, Dia tewas dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya terpotong-potong oleh mesin ulir di tempat kerjanya.

Peristiwa tragis yang menimpa warga RT 15, Desa Muarokumpeh, Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, ini terjadi Senin (18/12), di gudang pabrik Karnel Oil 2, PT KTN 2.

Kepala PKO 2, Yanto, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa yang menimpa anak buahnya itu. Kata Dia, kejadiannya terjadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Yanto menjelaskan, awalnya Dia melihat korban sedang dalam posisi berdiri di atas besi ulir penggilingan karnel. “Saya tidak mengetahui apa yang dikerjakan korban di atas besi ulir penggilingan karnel tersebut. Setahu saya, mesin ulir itu tidak mengalami kerusakan,” tutur Yanto. 

Karena tidak ada rasa curiga sama sekali, Yanto masuk ke ruangan lain di dalam gudang yang sama untuk memperbaiki sebuah mesin kompresor yang rusak. Sekitar 10 menit kemudian, Yanto keluar dari dalam ruangan.

Betapa terkejutnya, Dia melihat korban masuk ke dalam mesin ulir penggilingan karnel tanpa terdengar teriakan lagi.

Sembari mematikan panel listrik mesin ulir penggiling karnel, Yanto berteriak minta tolong hingga didengar karyawan lainnya. Atas kejadian tersebut, mereka melaporkannya ke pihak polisi.

Tidak lama kemudian, pihak kepolisian tiba di TKP untuk melakukan olah TKP dan identifikasi korban. Tidak itu saja, sejumlah saksi juga dimintai keterangan.

Selanjutnya, petugas melaksanakan evakuasi korban ke Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi guna melakukan visum. Barulah sekitar pukul 15.00 WIB, jenazah dibawa pulang keluarganya untuk dikebumikan.

Kapolsek Marosebo, IPTU Abdul Jalil Sidabutar, saat dihubungi mengatakan, pihaknya sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Benar memang ada kecelakaam kejar di perusahaan (KTN,red)) Desa Talang Duku. Masalah sedang ditangani untuk peyeledikan lebih lanjut," sebut kapolsek.

(era)