Bulan Ini Teken Kontrak Pembelian Sukhoi

Jumat, 12 Januari 2018 | 11:11:23 WIB | Dibaca: 349 Kali


JAKARTA – Menuntaskan rencana strategis (renstra) kedua menjadi salah satu prioritas TNI. Termasuk di antaranya pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk tiga matra darat, laut, maupun udara. Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bahwa pihaknya bakal terus berupaya agar seluruhnya terlaksana sesuai rencana.

Menurut Hadi, tiga hari belakangan pihaknya sudah menerima sejumlah alutsista baru. Misalnya KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang dikukuhkan di Bali Rabu (10/1). Kemudian enam helikopter dan pesawat yang diserahterimakan dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Selasa (9/1). Seluruhnya merupakan bagian dari renstra kedua.

”Pemenuhan renstra kedua baru menerima alutsista untuk angkatan darat dan angkatan laut,” ujarnya kemarin. Khusus untuk TNI AD, pengadaan helikopter dan pesawat sebanyak 12 unit. Sembilan di antaranya sudah diterima. ”Tinggal tiga lagi. Secara bertahap akan dipenuhi semuanya,” tambah dia.

Sedangkan untuk TNI AL, pengadaan alutsista berupa pesawat udara CN 235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) turut masuk dalam renstra kedua. ”Dilengkapi dengan sistem yang baik untuk operasi patroli maritim,” kata Hadi. Dari total sebelas pesawat yang rencananya diserahkan kepada matra laut, baru tiga pesawat yang sudah mereka terima. Sisanya masih menjadi PR pemerintah dan Mabes TNI.

Untuk melengkapi satuan kapal selam yang bermarkas di Koarmatim, pemerintah terus mendorong agar PT PAL Indonesia bersama produsen kapal perang asal Korea Selatan (Korsel), Daewoo Shipbuilding and Marine Engginering (DSME) menuntaskan pesanan kapal selam yang masih dibangun. ”Juga akan bertahap pada renstra kedua,” imbuhnya.

Lebih lanjut panglima TNI yang masih merangkap KSAU itu mengungkapkan bahwa pihaknya juga mendukung rencana belanja Sukhoi SU-35. ”Untuk pengganti pesawat F-5 Tiger yang lebih dari satu setengah tahun sudah tidak terbang lagi,” ucapnya. Dia berharap pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu berjalan baik.

Berdasar data dari Kementerian Pertahanan, penandatanganan kontrak jual beli yang sempat tertunda akan dilakukan bulan ini. ”Dengan jumlah pesawat sebelas,” ujarnya. Tentu saja sebelas unit pesawat tersebut sudah dilengkapi persenjataan komplet. Dengan begitu, pesawat tersebut bisa langsung digunakan apabila sudah tiba di tanah air.

Senada dengan Hadi, Menhan Ryamizard Ryacudu menegaskan, belanja sebelas SU-35 dari Rusia masih sesuai rencana. Meski penandatanganan kontrak jual beli yang direncanakan terlaksana akhir tahun lalu meleset, Ryamizard memastikan, pekan ini atau pekan depan penandatanganan kerja sama tersebut bakal dilakukan.

Kata Ryamizard, perwakilan dari Rusia sudah datang ke Indonesia untuk mempersiapan penandatanganan kontrak jual beli tersebut. Mereka datang untuk menyiapkan berkas-berkas yang akan ditandatangi. Penandatanganan tersebut sesuai dengan UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan. ”ToT, imbal dagang, dan lain-lain,” imbuhnya.

(syn/oki)